Dimana, Kesalahan Penulisan yang Dianggap Biasa

Ditulis oleh IHSYAH Pada Minggu, 26 Februari 2012 0 komentar
kesalahan penulisan dimana dan di manaSAAT membaca artikel blog, saya seringkali menemukan penggunaan kata "dimana" yang kurang tepat. Terutama saat kata "dimana" itu dimaksudkan untuk menunjukkan tempat.

Masih banyak orang yang menuliskan kata "di" dan "mana" tanpa memisahnya, padahal menurut pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), penulisan kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti "kepada" dan "daripada".

Dalam EYD, penulisan kata depan ini disebut Preposisi (bahasa Latin: prae, "sebelum" dan ponere, "menempatkan, tempat") yang diartikan sebagai kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina.

Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan. Cara penggolongan preposisi bervariasi tergantung dari rujukan yang digunakan, misalnya:
  • Preposisi yang menandai tempat; di, ke, dari.
  • Preposisi yang menandai maksud dan tujuan; untuk, guna.
  • Preposisi yang menandai waktu; hingga, hampir.
  • Preposisi yang menandai sebab; demi, atas.
Secara baku penulisan preposisi ditulis terpisah, misalnya; di dalam, ke tengah, dari Jakarta. Adapun penulisan preposisi yang ditulis tanpa dipisah, adalah; ada, kemari, daripada, keluar (sebagai lawan kata "masuk"), sementara untuk lawan kata "ke dalam" penulisan harus dipisah; "ke luar".

Patut dipahami kalau bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk "di mana" atau "dimana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who", "whom", "which", atau "where") atau variasinya ("dalam mana", "dengan mana", "yang mana", dan sebagainya) untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat.

Perhatikan kalimat ini: Ia kembali ke Jakarta, dimana ia dilahirkan. Kalimat itu tidak baku, perbaikannya adalah: Ia kembali ke Jakarta, tempat ia dilahirkan. Contoh lain penggunaan kata "di mana" (selalu ditulis terpisah) yang betul ada pada kalimat tanya, seperti: "Alamat kamu di mana?" atau "Di mana kamu dilahirkan?"

Paparan ini tentu tak bermaksud menggurui, hanya mengingatkan kembali tentang pentingnya menggunakan kata "di mana" yang benar, untuk menghindari kesalahan penulisan yang dianggap biasa ini. Selamat berakhir pekan. | **
BACA LAGI

Menelusuri Makna Sebutan Butta Salewangang

Ditulis oleh IHSYAH Pada Kamis, 23 Februari 2012 1 komentar
butta-salewangangPADA halaman dokumen yang saya baca siang ini, terdapat satu kalimat yang menyebut Kabupaten Maros Butta Salewangang.

Tertarik mencari tahu makna dan arti kata ini, saya pun melakukan penelusuran media. Membuka-buka halaman surat kabar lokal yang pernah memuat berita seputar Maros.

Nama Butta Salewangang memang kerap digunakan sebagai nama pengganti dalam menyebut Kabupaten Maros.

Istilah ini sama dengan sebutan Kota Anging Mammiri untuk Kota Makassar, Butta Panrita Lopi untuk Bulukumba, Bumi Massenrempulu untuk Enrekang, juga sebutan Paris van Java untuk Kota Bandung.

Tak puas dengan simpulan itu, saya pun menelusurinya lebih mendalam, sampai menemukan sebuah dokumen yang bercerita tentang Karaeng Loe ri Pakere, Raja pertama Kerajaan Marusu' yang eksis sekitar tahun 1471.

Asal Mula Istilah Butta Salewangang

Butta Salewangang mulai disebut di masa pemerintahan Tumanurung atau manusia titisan dewa yang hadir ke bumi tanpa dilahirkan ini di wilayah yang menjadi cikal-bakal Kabupaten Maros ini.

Karaeng Loe ri Pakere hadir dalam kondisi masyarakat yang tak menentu, masyarakat masa itu tidak lagi mau mendengar perkataan dan perintah pemimpin yang ada, hukum tak dapat ditegakkan dan aturan banyak dilanggar. Masa ini disebut jaman sikanre-bale atau 'saling memangsa'.

Pada Masa itu, tanaman juga tak membuahkan hasil, hujan turun terus menerus diiringi gemuruh yang terjadi dalam tujuh hari tujuh malam. Namun tiba-tiba muncul sebuah istana yang oleh masyarakat disebut Saoraja berdiri di tengah-tengah bidang tanah di Pakere. Bersamaan dengan itu terlihat pula seseorang yang duduk di depan tangga istana itu.

Mendengar hal ini, orang-orang pun berdatangan memberi penghormatan, lalu mengangkat Tumanurung ini menjadi pemimpin dan diberi gelar Karaeng Loe ri Pakere. Sejak itu tanaman pun tumbuh dengan subur dan membuahkan hasil melimpah.

Dalam pemimpin, Karaeng Loe ri Pakere senantiasa membangkitkan eksistensi kerajaan dalam mengemban amanah rakyat. Terutama dalam memposisikan Kerajaan Marusu' sebagai daerah berpemerintahan kuat dan disegani. Keadaan rakyat pun hidup aman, damai dan sejahtera, lahir-bahtin, karenanya daerah ini disebut Butta Salewangang.

Makna dan Arti Kata Butta Salewangang

Butta Salewangang berasal dari bahasa Makassar, terdiri dari dua kata, yakni; Butta yang berarti Tanah atau Daerah dan Salewangang yang berarti Subur, Makmur atau Sejahtera. Sehingga menurut istilah Butta Salewangang diartikan sebagai; "daerah yang subur dengan masyarakat yang makmur".

Posisi Kerajaan Marusu' yang strategis merupakan daerah pertanian yang subur dan menggiurkan dua kerajaan utama yang ada di sekitarnya untuk mengeksekusinya secara politik dan ekonomi, yaitu; Kerajaan Bone di sebelah timur dan Kerajaan Gowa di sebelah selatan.

Sekitar Abad XVIII, wilayah Kerajaan Marusu' terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil dan menggabungkan diri dalam persekutuan Toddo Limayya ri Marusu’, Lobbo Tengngae, dan Gallarang Appaka. | **
BACA LAGI

Menjadi Selebriti di Dunia Twitter

Ditulis oleh IHSYAH Pada Sabtu, 18 Februari 2012 0 komentar
BEBERAPA pekan ini, istilah selebriti twitter atau dikenal selebtwit ramai diperbincangkan di Twitterland (Dunia Twitter).

Istilah ini digunakan untuk melabeli para twips yang populer bak selebriti atau disebut juga tokoh di dunia twitter.

Entah dari mana asal istilah ini. Seperti juga istilah twitter lain, selebtwit ini seolah telah baku dalam bahasa twitter.

Dian Widiyanarko di blognya, duniadian.com, pernah pemengulas hal ini. Menurutnya, istilah selebtwit memang tak memiliki kriteria yang jelas. Apakah seseorang disebut selebtwit itu karena memiliki banyak follower? Karena avatar atau foto profilnya menarik?

Karena sering menyampaikan twit berkualitas? Karena twit-nya sering di re-twit pengguna twitter lain? Ataukah karena dia memang seleb di dunia nyata? Memang tidak mudah menjawabnya.

Kesulitan mendefinisikan selebtwit sebenarnya sama dengan susahnya mendefinisikan istilah selebriti di dunia nyata. Terutama jika dikaitkan dengan kriteria baku kata selebriti itu, semisal siapa yang disebut selebriti? Apakah pemain film atau sinetron? Apakah seseorang yang sering tampil di ruang publik, televisi atau media?

Istilah selebtwit dan selebriti akhirnya menjadi label yang datang dari kesepakatan bersama, secara sadar maupun tidak. Selebtwit di dunia jejaring sosial ini biasanya juga adalah mereka yang ramai dibicarakan dan 'eksis' di twitter. Eksistensi mereka di twitter membuatnya menjadi selebriti. Seseorang yang twit-nya ramai diperbincangkan akhirnya menjadi selebtwit.

Selebtwit juga dipahami sebagai tokoh atau orang terkenal di twitter, mereka biasanya juga selebriti atau tokoh di dunia nyata. Sebaliknya ada juga yang di dunia nyata tidak terkenal sama-sekali, tapi di twitter sangat terkenal.

Mungkin karena twit-nya inspiratif, informatif, menghibur bahkan kontroversial yang akhirnya membuatnya terkenal di twitter dan dilabeli selebtwit.

Pemahaman lain, selebtwit adalah selebriti dunia nyata yang nge-twit. Tak sedikit memang selebriti yang memanfaatkan twitter untuk mendukung popularitasnya di dunia nyata. Berkomunikasi dengan para penggemarnya, menyampaikan apa yang dilakukannya atau kadangkala curhat.

Namun dunia twitter adalah dunia tanpa batas, yang memungkinkan setiap orang dapat menjadi seleb.

Nah jika mau menjadi selebriti di dunia twitter, jagalah eksistensi, usahakan nge-twit hal-hal yang inspiratif, informatif, menghibur dan 'mencerahkan', agar twit-mu ramai diperbincangkan, follow; @ihsyah. Hehehe.
BACA LAGI

Membaca Kebijakan Dasar Program Google AdSense

Ditulis oleh IHSYAH Pada Kamis, 16 Februari 2012 0 komentar
HARI ini, saya menerima surat dari Tim Google AdSense, isinya memberitahukan kalau mereka menolak akun saya karena masalah konten blog yang tidak dapat diterima.

Penolakan ini berdasarkan hasil peninjauan mereka atas permohonan AdSense saya setelah kode AdSense ditempatkan pada blog ini. Salah satu alasan penolakan itu adalah konten blog yang tidak dapat diterima.

Menurut Tim Google AdSense, blog tidak memiliki konten yang cukup dan unik. Saya tak tahu, apa mesti gembira atau sedih menyikapi hal ini. Binggung dengan hal itu, saya memilih untuk membaca (kembali) kebijakan dasar program AdSense ini, diantaranya; penayang (publisher) iklan dipersilakan mencoba berbagai penempatan dan format iklan.

Namun kode AdSense tidak boleh ditempatkan di tempat yang tidak patut seperti jendela munculan, email, atau perangkat lunak. Penayang juga harus mematuhi kebijakan setiap produk yang digunakan.

Penayang tidak boleh menampilkan iklan Google pada laman web dengan konten yang dilindungi undang-undang hak cipta, kecuali penayang memiliki hak hukum yang memadai untuk menampilkan konten tersebut. Penayang tidak boleh mengeklik iklan sendiri atau menggunakan cara apa pun untuk memalsukan peningkatan tayangan dan/atau klik, termasuk dengan metode manual.

Penayang juga tidak boleh meminta pengguna lain mengeklik iklan atau menggunakan metode penerapan tipuan untuk memperoleh klik. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, menawarkan kompensasi kepada pengguna untuk menampilkan iklan atau melakukan penelusuran, menjanjikan penggalangan dana bagi pihak ketiga untuk kegiatan itu, atau menempatkan gambar di sisi setiap iklan.

Selanjutnya, iklan Google tidak boleh ditempatkan pada laman yang menerima kunjungan dari sumber tertentu. Misalnya, penayang tidak boleh berpartisipasi dalam program dibayar untuk klik, mengirim email tak diinginkan, atau menampilkan iklan sebagai hasil tindakan aplikasi perangkat lunak apa pun.

Kode AdSense tidak boleh diganti, begitu juga perilaku iklan, penargetan, atau penayangan iklan standar tidak boleh diubah-ubah dengan cara apa pun tanpa izin tersurat dari Google. Mengeklik iklan Google tidak boleh memicu jendela peramban baru untuk diluncurkan, begitu juga iklan Google tidak boleh ditempatkan di IFRAME.

Situs yang menampilkan iklan Google harus mudah dinavigasi oleh pengguna. Situs tidak boleh mengubah preferensi pengguna, membelokkan pengguna ke situs web tak diinginkan, memulai pengunduhan, menyertakan program jahat, atau berisi jendela munculan atau pop-under yang mengganggu navigasi situs.

Setelah membaca (kembali) kebijakan dasar program AdSense ini, saya pun makin binggung dan memilih bermain Angry Birds saja. | **
BACA LAGI

Asyiknya Mengendalikan Kawanan Burung Pemarah

Ditulis oleh IHSYAH Pada Rabu, 15 Februari 2012 0 komentar
PERNAH bermain Angry Birds? Video game produksi Rovio Mobile, perusahaan pengembang game asal Finlandia yang mulai diluncurkan pada tahun 2009.

Permainan ini mulanya dimainkan pada iPad/iPhone, namun karena banyak diminati, Rovio membuat game ini untuk beragam sistem operasi, seperti Palm webOS, Android, Symbian 3, PSP/PlayStation 3,Windows (XP and 7), Mac OS X.

Cara bermainnya cukup gampang, pemain mengendalikan sekawanan burung warna-warni untuk mengambil telur yang dicuri oleh sekelompok babi hijau. Pada setiap tingkat, babi-babi dilindungi oleh struktur yang terbuat dari berbagai bahan seperti es, kayu, dan batu. Tujuan permainan ini adalah menghilangkan semua babi Pada tiap tingkatan permainan.

Dalam mengendalikan burung-burung itu, pemain menggunakan katapel untuk meluncurkan burung untuk memukul babi secara langsung atau merusak struktur bangunan yang melindunginya.

Dalam berbagai tahap permainan, disediakan benda tambahan seperti bahan peledak dan krat yang dapat digunakan bersama dengan burung-burung untuk menghancurkan babi yang sulit dijangkau.

Ada beberapa jenis burung yang digunakan dalam permainan ini, diantaranya Red Bird, burung berwana merah yang tidak memiliki kemampuan khusus. Blue Bird, burung berwana biru berukuran kecil yang bisa membelah menjadi 3 bagian dan sangat efektif untuk menghancurkan kaca. Yellow Bird, burung berwana kuning dengan kecepatan super yang sangat efektif untuk menghancurkan kayu.

Kemudian ada Black Bird, burung berwana hitam yang dapat meledak yang sangat ampuh menghancurkan tempat persembunyian babi hijau. White Bird, burung berwana putih dengan kemampuan bom telur.

Pada tingkat awal, burung merah adalah satu-satunya yang tersedia. Setiap tahap permainan, jenis burung akan bertambah, beberapa jenis burung lebih efektif terhadap bahan tertentu atau memiliki kemampuan khusus yang diaktifkan setelah burung diluncurkan.

Babi juga muncul dalam ukuran yang berbeda, babi kecil relatif lemah dan mudah dihancurkan, babi lebih besar mampu mempertahankan diri dari banyak kerusakan. Beberapa babi ada yang mengenakan helm baja, mahkota, juga berkumis.

Poin diperoleh untuk setiap babi yang dikalahkan serta dari setiap kerusakan atau kehancuran struktur, serta poin bonus yang akan diberikan untuk setiap burung yang tidak dipakai. Setelah menyelesaikan setiap tingkat, pemain menerima satu, dua, atau tiga bintang, tergantung pada nilai yang diterima.

Tertarik bermain Angry Birds? Jangan kuatir, tak perlu memiliki iPad/iPhone untuk memainkannya karena Angry Bird ini sekarang sudah tersedia secara online melalui Google Chrome.

Bahkan selain bisa dimainkan secara online, game ini juga bisa di download langsung di Chrome Store. Game ini juga sudah tersedia di jejaring sosial Facebook. | **
BACA LAGI